Proyek Kabel Laut 348 km Luwuk-Tutuyan Dan Resikonya
Proyek Kabel Laut
348 Km Luwuk-Tutuyan
Menteri Komunikasi dan
Informatika Rudiantara meresmikan proyek pemasangan kabel serat optik PT
Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang menghubungkan Luwuk, Sulawesi Tengah
dengan wilayah Tutuyan, Sulawesi Utara. Kabel serat optik diharapkan selesai
pada Juni 2015.
"Pembangunan SKKL oleh Telkom bersama SGI ini akan menjadi gatewaybagi masyarakat di Indonesia timur agar bisa segera menikmati internet broadband dengan cepat," kata Rudiantara dalam sambutannya di acara Penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut Luwung Tutuyan (SKKL - LT), Minggu (3/5/2015).
"Masa depan kita adalah broadband dan broadband akan jadi legacy dari pemerintahan Jokowi dan JK," imbuhnya.
Telkom menggandeng Sarana Global Indonesia (SGI) sebagai kontraktor penyelenggara proyek. Kabel tersebut akan membentang sepanjang 348 kilometer, dan berada di kedalaman kurang lebih 3.000 meter di bawah permukaan laut.
Pemasangan kabel serat optik ini penting karena merupakan infrastruktur yang memungkinkan layanan data atau koneksi internet dan layanan suara model voice over internet protocol (VoIP).
"Nilai investasinya Rp 85 miliar Selama ini sebenarnya sudah ada kabel yang menghubungkan Makassar dengan Manado, tapi itu masih segmen darat dan sering putus. Karena itu kita hubungkan juga dengan dengan kabel laut," terang Direktur Jaringan Telkom Abdus Somad Arief.
Abdus menambahkan proyek yang disebut sebagai Sistem Komunikasi Kabel Laut - Luwuk Tutuyan (SKKL-LT) ini merupakan kesatuan dengan jaringan serat optik milik Telkom. Totalnya, perusahaan plat merah itu sudah membentangkan jaringan serat optik hingga 77.000 kilometer.
Pemasangan kabel tersebut dilakukan menggunakan metode cable laying ship. Sementara jenis kabel yang digunakan adalah Submarine Optical Cable G.654 Light Weight Protected (LWP), tipe Single Armor (SA) dan Double Armor (DA) yang terdiri atas enam pasang fiber. SGI juga dipercayai untuk mengerjakan bagian shore-end, yaitu dari kawasan pantai Luwuk, sebelum kabel masuk ke bawah laut.
"Pembangunan SKKL oleh Telkom bersama SGI ini akan menjadi gatewaybagi masyarakat di Indonesia timur agar bisa segera menikmati internet broadband dengan cepat," kata Rudiantara dalam sambutannya di acara Penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut Luwung Tutuyan (SKKL - LT), Minggu (3/5/2015).
"Masa depan kita adalah broadband dan broadband akan jadi legacy dari pemerintahan Jokowi dan JK," imbuhnya.
Telkom menggandeng Sarana Global Indonesia (SGI) sebagai kontraktor penyelenggara proyek. Kabel tersebut akan membentang sepanjang 348 kilometer, dan berada di kedalaman kurang lebih 3.000 meter di bawah permukaan laut.
Pemasangan kabel serat optik ini penting karena merupakan infrastruktur yang memungkinkan layanan data atau koneksi internet dan layanan suara model voice over internet protocol (VoIP).
"Nilai investasinya Rp 85 miliar Selama ini sebenarnya sudah ada kabel yang menghubungkan Makassar dengan Manado, tapi itu masih segmen darat dan sering putus. Karena itu kita hubungkan juga dengan dengan kabel laut," terang Direktur Jaringan Telkom Abdus Somad Arief.
Abdus menambahkan proyek yang disebut sebagai Sistem Komunikasi Kabel Laut - Luwuk Tutuyan (SKKL-LT) ini merupakan kesatuan dengan jaringan serat optik milik Telkom. Totalnya, perusahaan plat merah itu sudah membentangkan jaringan serat optik hingga 77.000 kilometer.
Pemasangan kabel tersebut dilakukan menggunakan metode cable laying ship. Sementara jenis kabel yang digunakan adalah Submarine Optical Cable G.654 Light Weight Protected (LWP), tipe Single Armor (SA) dan Double Armor (DA) yang terdiri atas enam pasang fiber. SGI juga dipercayai untuk mengerjakan bagian shore-end, yaitu dari kawasan pantai Luwuk, sebelum kabel masuk ke bawah laut.
Pada saat
penggelaran proyek kabel serat optik bawah laut Luwuk-Tutuyan oleh Telkom
kemarin 3 Mei, para wartawan diberikan kesempatan untuk mengunjungi CS Teliri,
kapal dari Italia yang akan menjadi pusat pemasangan kabel bawah laut sepanjang
348 km ini.
Kapal milik Elettra Company asal Italia ini bekerja sama dengan PT Sarana Global Indonesia. SGI merupakan pihak yang ditunjuk Telkom untuk menanamkan kabel serat optik di wilayah Sulawesi.
Kapal milik Elettra Company asal Italia ini bekerja sama dengan PT Sarana Global Indonesia. SGI merupakan pihak yang ditunjuk Telkom untuk menanamkan kabel serat optik di wilayah Sulawesi.
Kapal ini dilengkapi
berbagai peralatan untuk menanamkan kabel di bawah laut. Anda bisa melihat
beberapa foto di bawah ini, yang menunjukkan perangkat apa saja yang digunakan,
mulai dari merapikan gulungan kabel, sampai ditanamkan di bawah laut.
Pihak SGI mengatakan, mereka
bekerja sama dengan kapal yang dinakhodai Chiacchio Vincenzo itu untuk
memastikan bahwa kabel benar-benar terjatuh dan menempel di dasar laut. Jika
tidak, kabel langsung putus karena akan terbawa arus dan tekanan air laut.
Selain itu, mereka juga memberikan gambaran seperti apa serat fiber optik yang
digunakan. Anda bisa melihat bahwa komponen utama untuk transmisi data itu
tidaklah lebih besar dari rambut manusia.
Resiko : jika kabel tidak benar-benar jatuh atau menempel di dasar
laut maka kabel itu bisa langsung putus karena pasti akan terbawa arus dan
tekanan air laut.
Kesimpulan : menurut saya dalam proyek ini lebih kepada sisi positif namun
pasti ada sisis negatifnya, dari sisi positif Negara ini (Indonesia) khususnya
di daerah terpencil atau tertinggal bisa mendapatkan ilmu dalam bidang
telekomunikasi, dapat menikmati dan merasakan dunia internet, bisa
berkomunikasi dengan kebarat dan sanak saudara yang berada jauh lewat internet.
Nah dari sisi negatifnya pasti ada beberapa bagian kabel yang meniban atau
nenindih terumbu karang yang berada di bawah laut.
http://tekno.kompas.com/read/2015/05/03/20463127/Menkominfo.Resmikan.Proyek.Kabel.Laut.348.Km.Luwuk-Tutuyan




0 komentar: