Proyek Kabel Laut 348 km Luwuk-Tutuyan Dan Resikonya

Minggu, Oktober 16, 2016 Unknown 0 Comments

Proyek Kabel Laut 348 Km Luwuk-Tutuyan


Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meresmikan proyek pemasangan kabel serat optik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang menghubungkan Luwuk, Sulawesi Tengah dengan wilayah Tutuyan, Sulawesi Utara. Kabel serat optik diharapkan selesai pada Juni 2015.

"Pembangunan SKKL oleh Telkom bersama SGI ini akan menjadi gatewaybagi masyarakat di Indonesia timur agar bisa segera menikmati internet broadband dengan cepat," kata Rudiantara dalam sambutannya di acara Penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut Luwung Tutuyan (SKKL - LT), Minggu (3/5/2015).

"Masa depan kita adalah broadband dan broadband akan jadi legacy dari pemerintahan Jokowi dan JK," imbuhnya.

Telkom menggandeng Sarana Global Indonesia (SGI) sebagai kontraktor penyelenggara proyek. Kabel tersebut akan membentang sepanjang 348 kilometer, dan berada di kedalaman kurang lebih 3.000 meter di bawah permukaan laut.

Pemasangan kabel serat optik ini penting karena merupakan infrastruktur yang memungkinkan layanan data atau koneksi internet dan layanan suara model voice over internet protocol (VoIP).

"Nilai investasinya Rp 85 miliar Selama ini sebenarnya sudah ada kabel yang menghubungkan Makassar dengan Manado, tapi itu masih segmen darat dan sering putus. Karena itu kita hubungkan juga dengan dengan kabel laut," terang Direktur Jaringan Telkom Abdus Somad Arief.

Abdus menambahkan proyek yang disebut sebagai Sistem Komunikasi Kabel Laut - Luwuk Tutuyan (SKKL-LT) ini merupakan kesatuan dengan jaringan serat optik milik Telkom. Totalnya, perusahaan plat merah itu sudah membentangkan jaringan serat optik hingga 77.000 kilometer.

Pemasangan kabel tersebut dilakukan menggunakan metode cable laying ship. Sementara jenis kabel yang digunakan adalah Submarine Optical Cable G.654 Light Weight Protected (LWP), tipe Single Armor (SA) dan Double Armor (DA) yang terdiri atas enam pasang fiber. SGI juga dipercayai untuk mengerjakan bagian shore-end, yaitu dari kawasan pantai Luwuk, sebelum kabel masuk ke bawah laut.
 Pada saat penggelaran proyek kabel serat optik bawah laut Luwuk-Tutuyan oleh Telkom kemarin 3 Mei, para wartawan diberikan kesempatan untuk mengunjungi CS Teliri, kapal dari Italia yang akan menjadi pusat pemasangan kabel bawah laut sepanjang 348 km ini.

Kapal milik Elettra Company asal Italia ini bekerja sama dengan PT Sarana Global Indonesia. SGI merupakan pihak yang ditunjuk Telkom untuk menanamkan kabel serat optik di wilayah Sulawesi.





Kapal ini dilengkapi berbagai peralatan untuk menanamkan kabel di bawah laut. Anda bisa melihat beberapa foto di bawah ini, yang menunjukkan perangkat apa saja yang digunakan, mulai dari merapikan gulungan kabel, sampai ditanamkan di bawah laut.
Pihak SGI mengatakan, mereka bekerja sama dengan kapal yang dinakhodai Chiacchio Vincenzo itu untuk memastikan bahwa kabel benar-benar terjatuh dan menempel di dasar laut. Jika tidak, kabel langsung putus karena akan terbawa arus dan tekanan air laut. Selain itu, mereka juga memberikan gambaran seperti apa serat fiber optik yang digunakan. Anda bisa melihat bahwa komponen utama untuk transmisi data itu tidaklah lebih besar dari rambut manusia.

Resiko : jika kabel tidak benar-benar jatuh atau menempel di dasar laut maka kabel itu bisa langsung putus karena pasti akan terbawa arus dan tekanan air laut.

Kesimpulan : menurut saya dalam proyek ini lebih kepada sisi positif namun pasti ada sisis negatifnya, dari sisi positif Negara ini (Indonesia) khususnya di daerah terpencil atau tertinggal bisa mendapatkan ilmu dalam bidang telekomunikasi, dapat menikmati dan merasakan dunia internet, bisa berkomunikasi dengan kebarat dan sanak saudara yang berada jauh lewat internet. Nah dari sisi negatifnya pasti ada beberapa bagian kabel yang meniban atau nenindih terumbu karang yang berada di bawah laut.





http://tekno.kompas.com/read/2015/05/03/20463127/Menkominfo.Resmikan.Proyek.Kabel.Laut.348.Km.Luwuk-Tutuyan

0 komentar: